
Family Violence Notification Visa Australia: Perlindungan bagi Korban Kekerasan dalam Hubungan merupakan bagian dari artikel utama yang berjudul Macam-Macam Jenis Visa Australia Lengkap 2026: Panduan Memilih Visa Australia Sesuai Tujuan Anda
Banyak orang mengira bahwa ketika seseorang mendapatkan visa Australia melalui pasangan atau sponsor, maka ia harus mempertahankan hubungan tersebut sampai proses visa selesai.
Anggapan ini dapat menjadi masalah besar ketika hubungan berubah menjadi hubungan yang penuh kekerasan.
Australia memiliki Family Violence Provisions, yaitu ketentuan yang memberikan perlindungan kepada korban domestic and family violence dalam situasi tertentu. Ketentuan ini memungkinkan seseorang tetap memiliki kesempatan memperoleh visa permanen meskipun hubungan dengan pasangan atau sponsor telah berakhir karena kekerasan.
Dengan demikian, korban tidak seharusnya merasa terpaksa mempertahankan hubungan yang membahayakan hanya karena takut kehilangan status visanya.
Apa Itu Family Violence Notification?
Secara sederhana, Family Violence Notification adalah pemberitahuan kepada Department of Home Affairs bahwa hubungan dengan pasangan atau primary applicant telah berakhir dan terdapat dugaan atau pengalaman kekerasan dalam hubungan tersebut.
Tujuannya bukan sekadar memberitahukan bahwa pasangan telah berpisah.
Pemberitahuan ini menjadi bagian dari proses untuk meminta agar kondisi kekerasan dalam hubungan dipertimbangkan berdasarkan Family Violence Provisions.
Untuk pemohon Partner Visa, Department of Home Affairs menjelaskan bahwa korban dapat tetap memenuhi syarat untuk visa permanen apabila hubungan berakhir karena family violence dan persyaratan lainnya terpenuhi.
Siapa yang Dapat Menggunakan Family Violence Provisions?
Tidak semua pemegang visa otomatis mendapatkan perlindungan ini.
Untuk Partner Visa, beberapa kategori yang dapat termasuk dalam ketentuan tersebut antara lain:
- Partner (Temporary) subclass 820
- Partner (Provisional) subclass 309
- Partner (Migrant) subclass 100
- Partner (Permanent) subclass 801
- Prospective Marriage subclass 300 dalam kondisi tertentu
- Dependent Child subclass 445 dalam kondisi tertentu.
Untuk Partner Visa, salah satu persyaratan penting adalah bahwa pelaku kekerasan merupakan former sponsor dan kekerasan tersebut terjadi ketika hubungan masih berlangsung.
Sementara itu, terdapat ketentuan berbeda bagi secondary applicant yang mengalami kekerasan dari primary applicant.Karena itu, status visa dan posisi seseorang dalam aplikasi visa sangat menentukan prosedur yang harus dilakukan.
Apa yang Dimaksud Family Violence?
Family violence tidak selalu berarti kekerasan fisik.
Dalam konteks perlindungan visa, seseorang dapat mengalami berbagai bentuk perilaku kekerasan atau kontrol yang serius dalam hubungan.
Contohnya dapat mencakup:
- kekerasan fisik;
- ancaman;
- intimidasi;
- kontrol terhadap kehidupan pasangan;
- tekanan atau kontrol finansial;
- bentuk kekerasan psikologis atau emosional;
- perilaku lain yang termasuk dalam pengertian domestic and family violence.
Namun, seseorang tidak sebaiknya langsung menyimpulkan sendiri bahwa suatu keadaan pasti memenuhi persyaratan imigrasi.
Department of Home Affairs akan melakukan penilaian berdasarkan bukti dan keadaan kasus tersebut.
Bagaimana Proses Family Violence Notification?
Untuk pemohon atau pemegang Partner Visa, langkah pertama adalah memberitahukan bahwa hubungan dengan sponsor telah berakhir.
Apabila memiliki akses ke ImmiAccount, pemohon dapat menggunakan Notification of Relationship Cessation pada bagian Update Details. Formulir tersebut meminta informasi mengenai kapan hubungan berakhir, apakah pemohon mengalami family violence, dan apakah terdapat anak dari hubungan tersebut.
Jika terdapat family violence, pilihan tersebut harus dinyatakan dengan benar.
Salah satu alasan pentingnya proses ini adalah perlindungan privasi dan keselamatan pemohon.
Setelah pemberitahuan mengenai relationship cessation dengan pilihan family violence dikirimkan, aplikasi Partner Visa dan aplikasi sponsorship dapat secara otomatis dihapus dari ImmiAccount yang dapat diakses oleh mantan sponsor, sehingga informasi tersebut tidak mudah diakses oleh pihak yang diduga melakukan kekerasan.
Jika pemohon tidak memiliki akses ke ImmiAccount, tersedia alternatif melalui Partner Processing Enquiry Form.
Bukti Apa yang Diperlukan?
Ini merupakan salah satu bagian paling penting.
Department of Home Affairs perlu menilai dua hal utama:
Pertama, apakah hubungan tersebut merupakan hubungan yang genuine dan ongoing sebelum berakhir.
Kedua, apakah family violence benar-benar terjadi dan dilakukan oleh mantan sponsor atau pihak yang relevan dalam ketentuan visa.
Bukti hubungan dapat berupa dokumen finansial, bukti tempat tinggal bersama, dokumen mengenai anak, bukti aktivitas sosial bersama, perjalanan bersama, komunikasi, dan berbagai bukti lain yang menunjukkan kehidupan sebagai pasangan.
Untuk family violence, pemohon mungkin diminta memberikan bukti yang mendukung klaim tersebut.
Department of Home Affairs memahami bahwa korban mungkin mengalami kesulitan mengumpulkan dokumen. Karena itu, dalam kondisi tertentu pemohon dapat diberikan waktu tambahan untuk mengumpulkan bukti.
Bagaimana Jika Bukti Family Violence Tidak Dianggap Cukup?
Department of Home Affairs dapat meminta informasi tambahan.
Jika mereka belum dapat memastikan bahwa family violence telah terjadi, kasus tersebut dapat dirujuk kepada independent expert untuk penilaian.
Independent expert dapat melakukan wawancara dengan pemohon dan memberikan pendapat mengenai apakah family violence telah terjadi. Department kemudian akan menggunakan proses tersebut dalam mempertimbangkan klaim.
Artinya, Family Violence Notification bukan berarti visa permanen otomatis diberikan.Pemohon tetap harus memenuhi persyaratan yang berlaku dan klaim family violence harus dinilai oleh Department of Home Affairs.
Bagaimana dengan Secondary Applicant?
Situasinya sedikit berbeda.
Secondary applicant yang merupakan pasangan atau spouse dari primary applicant juga dapat memiliki akses terhadap Family Violence Provisions dalam kondisi tertentu.
Untuk membuat klaim, pemohon dapat menggunakan Notification of Family Violence – Secondary Applicants melalui ImmiAccount.
Jika tidak dapat menggunakan ImmiAccount, tersedia formulir khusus untuk proses tersebut.
Dalam proses ini, Department juga akan melihat apakah hubungan tersebut genuine dan ongoing sebelum berakhir serta apakah family violence terjadi dalam hubungan tersebut.
Jangan Bertahan dalam Hubungan yang Berbahaya karena Takut Kehilangan Visa
Ini mungkin merupakan pesan paling penting.
Visa tidak seharusnya menjadi alasan seseorang tetap berada dalam hubungan yang membahayakan keselamatan dirinya.
Department of Home Affairs secara resmi menyatakan bahwa seseorang tidak harus tetap berada dalam hubungan ketika dirinya atau keluarganya merasa tidak aman. Bahkan, seseorang dapat menghubungi Department untuk membicarakan situasi imigrasinya terlepas dari status visanya.
Dalam keadaan darurat atau ketika keselamatan terancam, bantuan kepolisian dan layanan darurat di Australia juga tersedia.Department juga memiliki Domestic and Family Violence Support Section, sebuah tim khusus yang memberikan informasi dan dukungan terkait persoalan visa bagi korban domestic and family violence.
Apakah Harus Mengurus Sendiri?
Tidak selalu.
Kasus yang berkaitan dengan family violence dan status visa dapat menjadi sangat kompleks karena melibatkan aspek imigrasi, bukti, hubungan keluarga, dan keselamatan pribadi.
Department of Home Affairs sendiri menganjurkan korban untuk mempertimbangkan bantuan independen dari migration agent atau legal practitioner yang berpengalaman dalam masalah tersebut.
Yang terpenting adalah jangan mengabaikan perubahan status hubungan.Jika hubungan dengan sponsor telah berakhir dan terdapat family violence, sebaiknya segera mencari informasi yang benar mengenai pilihan visa yang tersedia.
Kesimpulan
Family Violence Notification bukanlah jalan pintas untuk mendapatkan visa Australia.
Ini merupakan bagian dari sistem perlindungan Australia bagi orang-orang yang mengalami domestic and family violence dalam hubungan yang berkaitan dengan status visa mereka.
Dalam situasi tertentu, seseorang tetap dapat memperoleh visa permanen meskipun hubungan dengan sponsor telah berakhir karena kekerasan.
Namun, setiap kasus berbeda. Status visa, posisi dalam aplikasi, siapa pelaku kekerasan, kapan kekerasan terjadi, kapan hubungan berakhir, serta bukti yang tersedia semuanya dapat memengaruhi hasil penilaian.Karena itu, jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang menghadapi situasi seperti ini, keselamatan harus menjadi prioritas pertama dan informasi imigrasi harus diperoleh dari sumber resmi atau profesional yang kompeten.
Jangan mempertahankan hubungan yang berbahaya hanya karena takut kehilangan visa. Ada mekanisme perlindungan dalam sistem imigrasi Australia yang mungkin dapat membantu.
Catatan: Informasi di atas bersifat edukasi dan bukan nasihat hukum atau imigrasi individual. Aturan visa dapat berubah, sehingga kasus konkret sebaiknya diperiksa berdasarkan kondisi dan visa yang bersangkutan.







